show me your inner, show me your colors.

PROFILE

Sagara Valexo Antares
Denpasar, June 12th 1999
Gemini
175cm
62kg
Gay!sub.
INFP
Freelance photographer also a traveller.

Kepribadian:

Sagara, mungkin pribadinya terlihat membingungkan—kadang rewel, kadang diam. Jalan pikirnya susah ditebak, memiliki rasa gengsi yang sangat tinggi.. Terlihat dingin dan cuek, tetapi satu sisi, dia ramah dan pendengar yang baik.

Masa lalu kelam mengundang sifat ingin disayangi, manja didalam, garang diluar. Saga juga suka menggoda, cerewet, dan mengganggu jika kalian sudah mengenalnya baik.

Keramaian atau mendekam di kamar? Maka Saga akan memilih mendekam sambil bermain gitar atau melukis di kamar, mungkin juga membaca di perpustakaan. Jika kondisi sudah stagnan, dia butuh tempat tenang dan sunyi untuk menetralkan pikirannya.

Sagara Valexo Antares, pemuda berumur 20 tahun yang sebenarnya juga bingung, dirinya seperti apa?

Tapi satu yang dia tau, warna suaranya sendiri abu terang dengan bercak hitam.

Background

Di mulai dari mana? Mungkin dari tanggal 12 Juni pukul 10 pagi dengan hawa ramai Kota Denpasar. Tangisan itu terdengar, perdana menatap bumi. Peluh sang bunda pun sekejap penuh makna, menatap sang cinta untuk pertama kalinya—mata sayu, bibir kecil merah ranum, serta hidung tajam. Tampan. Sekali lagi, hati sang bunda bergetar.

Sagara Valexo Antares—kisahnya dimulai,

Tumbuh menjadi bocah kecil yang penuh sukaria dan senyuman yang terpatri sempurna di ranumnya—menjelajahi bumi seakan tak ada habis dengan sepeda kecil dan mobil mainan terbuat dari kardus yang sederhana.

Kian lama tumbuh, jiwa tenangnya tampak jelas. Menakrifkan penuh langkah kakinya berasal dari Bali, Indonesia dan mengaku sebagai imigran dari syurga yang turun ke bumi, kelewat bangga mempunyai gen pencetus Ayam Betutu tersayang.

Terlihat normal, bukan?

Tetapi, Dari umur 5 tahun senang dia menggambar, hasil visual nyata yang bundanya sendiri kadang terheran-heran.

"Bun, ngomong lagi, bun. Suara bunda indah, warnanya banyak."ucap Sagara kecil

Sang bunda bertindak lanjut setelah sadar kalau omongan Sagara kecil bukan ilusi atau ocehan bayi semata. Dan benar,

Di bangku kelas 3 sekolah dasar, cilik itu resmi didagonis;

Sinestesia.

Gangguan pada otak yang menyebabkan sang pengidap bisa melihat warna dari suara.

Dan dia lebih bersyukur setiap harinya karena anugerah ini, menumpahkan segala rasa visual setiap warna suara melewati kanvas ―menghafal setiap arti warna, dan sejauh ini.. Hitam yang paling buruk. Dia benci.

Merasa melukis warna saja tidak terlalu cukup akhirnya ia merangkap ke dunia fotografi sejak di sekolah menengah pertama. Memotret keindahan alam dan para insan sebagai bentuk apresiasi bumi. Memilih untuk merantau meninggalkan Pulau Dewata tercinta di umurnya yang 18, menelaah dunia bagian lain seorang diri tanpa genggaman. Bercita tinggi ingin semua insan merasa indah, dimulai dengan ini.

Sagara Valexo Antares, pemuda yang mendesklarasi cintanya terhadap desir ombak Kuta, tetapi juga macetnya Ibu Kota.

Dengan warna dan suara serta kamera, selebihnya apalagi yang ingin kamu tahu?

Visualization

Jeon Jeong-guk ( 전정국 )
September 1, 1997
Virgo
Busan, South Korea
178 cm (5’10”)
66 kg (145 lbs)
A

guidelines.

i. BRACKET(S)

⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀
⋟ “....” or ....
⠀⠀⠀ ⠀ For IC or ICtalk.
⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀
⋟ ˋ....
⠀⠀⠀ ⠀ For OOC.
⋟ #⃝3000
⠀⠀⠀ ⠀ For writer’s note.
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀


ii. PLOT(S)

⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀
◈ |
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀
● using 90% Bahasa and 10% English
● contains mature and NSFW contents.
● third and first point of view is used for plotting
● multiverse!plot
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀


iii. SOCIAL MEDIA